Laman

Kamis, 01 November 2007

Kue Taart dicampur ingus. Mau??

Mau?
Hhehehe, ikutan(korban) iklan nih.
Kalau suatu saat anda ditawari kue taart yang tampilannya sangat menarik hati, sehingga menggoda anda untuk segera memakannya, apa yang anda lakukan. Ada dua skenario yang saya bayangkan.
Pertama, langsung akan saya comot itu kue, saya masukkan ke dalam mulut, dan akan saya kunyah sedikit demi sedikit sambil merasakan nikmatnya isi kue taart. hhmmmm yummmy.
Setuju donk (gue bangett!!! kata ank muda sekarang.Wong sudah ditawari kue enak kok di tolak!!!)
Kedua, nah ini nih yang jarang saya lakukan. Bertanya kepada yang menawarkan kue, apa bahan pembuat kue ini, apa saja campurannya. Halal? haram?ada racunnya? mules ngak kalau makan ini kue?.
Wallah...gitu aja kok repot! kata Gus Dur.
Yakin semuanya halal? silahkan nikmati dengan tenang kue itu!!!
Kalaulah anda tahu bahwa pada waktu proses pembuatan kue itu ada campuran ingus (maaf yang lagi makan !! hehehe) apa yang anda lakukan? tetap memakannya?
Konon, para pencari akherat akan sangat selektif terhadap kegiatan mereka dalam mencari nafkah dan penghidupan mereka di dunia. Dunia dalam pandangan mereka tak ubahnya bagaikan makanan yang telah tercampur kotoran. Mereka akan sangat berhati hati terhadap dunia. Mengambil seperlunya, sekedar untuk bisa menguatkan raga mereka agar bisa beribadah, berkhidmat kepada Sang Pencipta. Mengambil kalau memang sangat perlu saja. Jangan ditanyakan lagi untuk menyimpannya, manalah mau mereka?!
Kalau pencari dunia? (sebetulnya nyindir diri sendiri nih!!)
Hajar bleh, sikat!! kalau perlu sikut kiri sikut kanan. Pakai ilmu monyet, tangan kiri dan kanan pegang makanan. Belum cukup? kaki kiri dan kanan dipakai untuk mencengkeram makanan yang lain, dia lupa, padahal harus bergantung di pohon. Akhirnya terjerembab di tanah, dengan muka jatuh ke dalam kotoran kerbau (agak di dramatisir , biar agak seru!!).
Jadi, bagaimana sikap kita terhadap dunia?
Anda mau berbagi kue untuk saya?

"Barang siapa mengejar dunia, maka dunia akan memperbudak dirinya. Barang siapa mengejar kebahagiaan akhirat, maka dunia akan diperintahkan untuk berkhidmat kepadanya"

1 komentar:

  1. musti berpikir beberapa kalee neeh..klo ada yg nawarin taart...huehehheeeee.....

    BalasHapus