Laman

Rabu, 14 November 2007

Keledai dan Lubang yang sama, Artis dan Kebo





"Keledai tak kan jatuh ke lubang yang sama dua kali".

Jadi teringat pepatah di atas ketika pagi ini membaca berita penangkapan ( kembali) seorang artis karena berpesta shabu-shabu di Surabaya. Padahal, setelah penangkapan pertamanya dan disekolahkan di LP di Cipinang, dia mengaku bertobat dan menjadi Jubir (juru bibir) BNN. Cilokonya , menurut berita , dia mengkonsumsi shabu-shabu sebelum menghadiri acara BNN yang dihadiri Kapolri???
Mestinyaa dia pesta sabu (ngak pake h) yaitu sarapan bubur. Mau bubur ayam, bubur kacang ico, kedua-duanya insya Allah menyehatkan dibandingkan shabu-shabu.

Kembali kepada keledai dan artis kita itu, pertanyaaannya adalah apakah keledai memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan manusia (maksudnya "oknum artis", kalau saya insya Allah lebih tingi lah). Kalau memang kita mengaku memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dari binatang, kenapa ada orang-orang yang nyemplung ke jurang yang sama dua kali? bahkan ini terjun dengan sengaja. Entah alasan apalagi yang akan dipakai. Khilaf?Lupa? cuuaapeeee duuuehhhhh!!!

Ketika Nafsu menjadi raja dan menguasai tubuh kita, maka kita hanya menunggu waktu untuk hal-hal yang bernama kerusakan, kehinaan diri, kenistaan. Akal sehat sudah tidak dipergunakan. Pertimbangan yang diambil hanyalah pertimbangan kesenangan duniawi semata, mengikuti nafsu syahwat dan perikebinatangan. Ngak usah bicara Iman dan Tuhan dalam dada, karena Iman dan Tuhan sudah diistirahatkan, ambil cuti panjang ..panjangggg buanget.

Manusia menjadi mulia karena menjaga nilai-nilai kemanuasiaannya. Kemuliaan yang diberikan Allah kalau kita mau menggunakan akal kita sesuai dengan tuntunanNya. Ketika akal dan budi pekerti hanyalah wacana semata dan jauh dari praktek kehidupan sehari-hari, maka klaim bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna pun hanyalah omong kosong belaka.

Kalau mengingat-ingat kelakuan artis di Indonesia dan artis dimanapun pada umumnya, ternyata artis kita memiliki hubungan yang sangat akrab dengan binatang yang bernama Kebo.Tau khan? Binatang berwarna hitam agak abu abu, ada juga sih Kebo Bule yang dikeramatkan di Solo. Saya tidak mengatakan bahwa artis kita otaknya seperti kebo. suwerrr!!!! saya hanya mau mengatakan bahwa kebanyakan artis kita sering melakukan KEBO hongan publik. Jadi, kalau dia bilang tidak, biasanya sih beberapa saat kemudian baru ketahuan bahwa sebenarnya Ya.

Walau tidak semua artis melakukan hal itu, saya kenal artis yang ngomongnya blak-blakan, kata orang sunda mah blak nangkarak, blak nangkuban.

Kebo, kulitnya dibikin dorokdok, kerupuk kulit. Kalau masih idup, buat membajak sawah. Ada yang sudah pernah makan daging kebo? ati - ati ya..nanti kebawa-bawa artis, jadi suka boong..

Semoga Allah menguatkan saya, keluarga, sahabat dan para pembaca sekalian untuk selalu dalam lingkup hidayahNya dan selalu dilindungi dalam setiap langkah kehidupan kita, amiienn

2 komentar:

  1. wuakakakkkk....mas,..kebo bulenya skrg emang dah dipindah ke jogja ya??...perasaan si kyai slamet masih di solo deh....ato jgn2 yg diliat dijogja tuh bule gedhe yg lg nungging ya??..jd berasa dimata kayak kebo....
    piiiissss mas.....huehehheee...

    BalasHapus
  2. Nhaa..untung aada corector..udah aku ganti tuh..hehehe.....jangan-jangan iya tuh BuRat...kebanyakan ngintip kali ya?

    BalasHapus