Laman

Minggu, 06 Juli 2008

Ambil juga resikonya

Assalamualaikum wrwb

Dalam kehidupan kita, tentulah banyak keinginan /mimpi yang ingin digapai. Salah satu senjata orang-orang beriman dalam mengapi keinginan tersebut adalah melalui doa. Untuk yang belum mempunyai pasangan, doa meminta pasangan terbaik tentulah menjadi salah satu prioritas dalam doa mereka. Untuk yang sudah menikah, doa memiliki keturunan yang sholeh pastilah tak lupa dipanjatkan. Untuk yang sudah menikah dan dianugerahi keturunan, kemungkinan besar yang diminta adalah kelancaran rizki dalam kehidupan mereka.

Namun, terkadang kita lupa sesuatu,bahwa meminta sesuatu tentulah akan mendapatkan pula resikonya pula. Tentulah sesuatu yang mustahil, naik kendaraan umum/angkot, namun ingin mendapatkan kenyamana seperti halnya naik taksi. Ingin memiliki rumah seperti istana, namun tidak ingin resiko membayar biaya perawatannya.

Allah pun pernah mengingatkan kepada kita, bahwa terkadang harta, keturunan,pasangan kita suatu saat bisa menjadi musuh kita. Telah banyak berita tentang anak yang membunuh orang tua karena hal-hal sepele. Tak sedikit orang tua yang menyiksa, bahkan membunuh anak yang telah dibesarkannya karena sedang kalut, ataupun suami/istri yang menghabisi nyawa pasangannya. Padahal dulu mereka meminta semua itu, sadar maupun tidak.

Jadi? siapkan diri dan jiwa kita terhadap segala mimpi dan permintaan kita. Siapkan diri untuk menerima resiko enak dan tidaknya, sehingga kita bisa lebih siap dalam menerima apapun yang diberikan/didapat. Ketidaksiapan menerima resiko pahit bermula dari ketidak tahuan tentang keinginan /kapasitas diri. Belajar memulai mengetahui kapasitas diri, semoga bisa lebih membantu kita untuk bisa mengukur dan mempersiapkan diri dalam menjalani dan menerima resiko pilihan hidup yang dijalani.
Mau makan sambal, pasti sudah tau resiko pedasnya

wallahu 'alam

medinah, 29juli 2008

1 komentar:

  1. nah..itu dia kang..
    manusia kan kalo dah keasikan minta suka ga mikir ntar efek dari permintaannya apa..
    mau enaknya ga mau susahnya..
    ato jangan2 skrg harga nyawa lg murah bgt ya??
    ato demandnya lg tinggi??makanya pd banayk yg maen bantai2an?? :D

    BalasHapus