Laman

Kamis, 22 November 2007

Satu Menit

"Sabar man!! cuman satu menit doang, ngak ada ruginya nunggu satu menit, lagian satu menit ngak terlalu penting toh?"
Wah kalau biasanya saya langsung menjawab Tooohh!, kalau kali ini saya akan jawab ngak toohh !
Ketika mendengar satu menit ini saya jadi teringat sebuah artikel di eramuslim dot com yang membahas tentang satu menit ini. Kepada Ami Ruchjat terima kasih atas artikelnya, semoga Allah selalu memuliakan.

Satu menit! silahkan pilih aktifitas yang anda sukai selama 60 detik tersebut. Lewat begitu saja seperti lewatnya KRL di belakang rumah saya. Atau bengong , seperti ayam kena tetelo, atau bengong karena belum dapat jatah kacang garing, seperti di iklan. Atau ada alternatif lain, seperti yang ditawarkan sahabat Ami Ruchjat.

Dalam satu menit, kita bisa berdzikir Laa ilaaha Illallah wahdahu laa sarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli shai 'in qodiir. Dalam satu menit kita bisa mengucapkan Subhanallahi wabihamdihi sebanyak seratus kali. Dan allah berjanji mengampuni dosa - dosa kita meski dosa itu sebanyak buih di lautan, kalau kita meresapi benar - benar dan mengimplementasikan ucapan itu.

Dalam satu menit kita bisa membalas cintaNya dengan mengucap Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallaahil 'adziim sebanyak lima puluh kali. Allah mencintai manusia yang mengucapkan dua kata ini dari bibirnya, demikian yang tertulis dalam hadist riawayat Bukhari Muslim.

Dalam satu menit, kita bisa mengucapkan Laa hawla walaa quwwata illa billaah. kata - kata ini adalah satu dari kekayaan surga (HR Bukhari Muslim).

Dalam satu menit kita bisa memohon ampunanNya dengan membaca Astagfirullaah sebanyak seratus kali, dengan menyadari sepenuhnya dosa - dosa yang mengunung yang pernah kita kerjakan.

Dalam satu menit kita bisa bersyukur atas seluruh karunia yang dilimpahkan Allah kepada kita, kita bisa bersilaturahim dengan saudara kita melalui salam dan untaian hikmah yang kita kirim melalui sms.

Dan, dalam perjalanan berangkat kerja serta kembali ke rumah, berpuluh puluh menit adalah ladang amal kita untuk menggapai cinya Nya.
Ber ratus bahkan ribuan detik untuk bisa menyenangkan saudara kita dengan senyum termanis yang kita miliki.
"lalu, nikmat tuhan Mu yang manakah yang engkau dustakan?"

Hanya satu menit, dan pilihan kita bisa berujung pada akhir yang berbeda, kemuliaan dunia akhirat, atau nista sepanjang masa.

Terimakasih sahabat Ami Ruchjat , semoga Allah memuliakan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar