Laman

Jumat, 09 November 2007

Bisniskan Hobby Anda

Salah satu yang disarankan oleh motivator/provokator bisnis adalah, jalankan bisnis dari Hobby yang anda sukai. Sepupu saya hobinya masak dan makan. Akhirnya coba-coba bikin catering enam tahun yang lalu dan keluar dari kantornya di salah satu bank swasta. Sekarang usaha cateringnya sudah sangat besar, dan saya baru dapat khabar beberapa bulan yang lalu sepupu saya ini berhasil membangun rumah dengan nilai nominal 1 milyar!!!Sekarang usahanya merambah kepada bisnis perhotelan, dan beberapa hari yang lalu dia bersama oomnya (mestinya oom saya juga ya??) meresmikan sebuah hotel di Bromo, itu yang saya dapat dari pembicaraan dengan beliau semalam.

Ada lagi teman saya, hobinya di bidang perburungan (maaf, ini burung beneran, makanya ngak pake tanda petik hehehe). Koleksi burungnya banyak dan sering memenangkan berbagai macam kontes . Dan saya dengar, beberapa saat lalu dia melego salah satu burungnya, karena ingin membeli motor keluaran terbaru! (wah..ternyata burung = motor!).

Ada cerita menarik ketika dia dulu ingin mengkoleksi burung berkicau , dan pergi ke pasar Pramuka (ini cerita dari teman saya yang ahli per jin-an itu! jadi saya musti berhati-hati mengenai kebenaran berita ini). Singkat cerita, sampailah dia di pasar Pramuka dan tawar-menawar dengan salah satu pedagang . Dialog di bawah adalah yang diceritakan teman saya:

Teman saya (TS) : "Berapa harga burung ini bang?"
Pedagang (P) : " Murah bang, limaratus ribu, soalnya baru belajar berkicau!"
TS : " Kalau yang disebelahnya?"
P : " itu harganya lima juta!"
TS : " wah, mahal banget!, emang apa keistimewaannya?"
P : " Dia bisa nyanyi lagu-lagu terbaru bang, kalau ngakpercaya dengerin ajah!"
dan kemudian teman saya memang mendengar burung tersebut berkicau
menyanyikan lagu-lagu terbaru.
TS : " Nah, itu burung yang di belakang? pasti lebih murah ya khan? karena
saya liat dari tadi cuman bengong sambil manggut-manggut doank
dengerin burung barusan nyanyi!"
P : " wah, bapak salah, ini burungn harganya 20 juta pak!"
TS :" hahh!!!?? kok lebih mahal?! emang apa istimewanya burung itu? dari tadi
ngak saya denger berkicau, cuman manggut-manggut melulu!?
P : " Bapak jangan salah! burung ini adalah pelatih dan pencipta lagu-lagu
yang dinyanyikan burung-burung tadi!"

Suwer!! saya ngak percaya cerita ini benar-benar terjadi, tapi saya ambil positifnya saja!
Ternyata nilai seseorang (sesuatu) tidak dilihat dari tampilan fisik luarnya saja. Bisa saja dia keliatan menarik, tapi sebetulnya nilai diri dia tidaklah seindah itu. Tong Kosong pun sangat nyaring berbunyi, tapi tetap saja dia kosong!

PS (Pesan Saya) : ngak ada!
nilai moral dari cerita saya: wah...kesannya saya bermoral banget, jadi malu, makanya saya ngak berani nulis pesan moral di sini, silahkan mencari sendiri-sendiri sesuai dengan nilai-nilai yang bapak/ibu anut.
maaf hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar