Laman

Selasa, 30 Oktober 2007

Kepergianmu menyisakan Pedih

Kepergian seseorang yang dicintai selalu menyisakan kesedihan. Terlebih kepergiannya kali ini adalah ke alam keabadaian untuk menemui pemilik sejati dari kehidupannya. Namun kesedihan yang tersisa diliputi oleh harapan yang sangat besar, bahwa nilai-nilai kehidupan yang dijalaninya merupakan bekal yang teramat berharga untuk bisa menghadap sang Khalik.
Kepulangan nya kali ini semoga disambut oleh para malaikat dengan senyuman, seperti senyum yang tampak pada saat-saat terakhir dalam dunia fananya.
Apakah sudah tampak olehmu kebahagiaan abadi itu ? Apakah janji-janji yang selama ini kita harapkan sudah ditampakkan oleh Nya bagimu?Kepergianmu kali ini banyak meninggalkan sesal dalam dada. Sesal ketika tak pernah tahu bahwa kau telah dengan tegar menghadapi cobaan kesakitan selama beberapa waktu. Sesal yang muncul ketika tidak bersegera bersilaturahmi waktu teringat akan dirimu. Pedih yang teramat dalam, ketika tahu bahwa selama ini aku selalu berada dalam ingatanmu. Kebersamaan kita tidaklah lama, namun selalu kau ingat keberadaaanku.
"Maaf mas, sebetulnya saya sudah beberapa kali menghubungi mas, tapi ngak pernah bisa nyambung! Bapak selalu menanyakan apakah mas sudah diberitahu mengenai kondisinya!"
Mas adalaah salah satu nama yang selalu disebut oleh Bapak"
Sungguh, berita itu sangat menyesakkan, seperti halnya kepergian - kepergian yang lain.
Sudah kau temui Rabbmu kali ini. Tinggallah kami yang akan meneruskan langkah-langkah kecil untuk mengumpulkan remah demi remah perbekalan untuk perjalanan panjang kami.
Dari dunia mu, semoga kau bangga akan langkah-langkah yang kami jalani.
Kebanggaan yang kami usahakan setiap tarikan nafas kami.
Beristirahatlah dalam liputan keagungan Nya. Berharap bahwa kelak kita akan berada dalam satu shaf yang sama .

in memorium Prof Mastuhu
Guru Besar pendidikan UIN Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar